Video vertikal sudah menjadi bahasa sehari-hari pemasaran di layar ponsel. Namun, ketika sebuah merek membeli iklan di beberapa kanal, pertanyaan sederhana sering sulit dijawab: apakah kampanye menjangkau orang baru, atau terus menampilkan pesan kepada orang yang sama? Pengumuman terbaru Google mencoba menjawab persoalan pengelolaan tersebut, bukan sekadar menambah tempat memasang video.
Pada 28 September 2026, Google memperkenalkan Vertical Video Unification melalui Display & Video 360 (DV360). Dalam pengumuman yang ditulis Marta Martinez, Managing Director Google Marketing Platforms, solusi ini disebut memungkinkan pembelian dan pengukuran iklan video vertikal secara programatis lintas kanal dalam satu platform. Bagi pemasaran video pendek, daya tarik utamanya adalah kesempatan mengelola pembelian yang sebelumnya terpisah dengan lebih terpadu.
Apa yang sebenarnya disatukan?
Menurut Google, Vertical Video Unification memusatkan pembelian video vertikal dari berbagai penerbit ke dalam satu alur kerja. Pembelian programatis berarti proses pembelian ruang iklan dilakukan menggunakan sistem dan teknologi, bukan semata negosiasi penempatan satu per satu. Penyatuan ini menyasar cara pengiklan membeli dan menilai distribusi iklan, bukan proses mengunggah konten organik ke akun media sosial.
Google juga menyebut Gemini mendukung pembelian, pelaksanaan kampanye, dan pengukuran sepanjang perjalanan konsumen. Perusahaan mengaitkan pendekatan terpadu tersebut dengan kinerja kampanye serta upaya menghindari paparan iklan yang berlebihan kepada pengguna yang sama. Itu merupakan penjelasan dan klaim Google tentang produknya; pengumuman singkat ini belum memaparkan detail teknis setiap mekanisme pengoptimalannya.
Penting untuk membedakan format dengan durasi. Video vertikal merujuk pada orientasi tampilan, sedangkan video pendek merujuk pada panjang tayangan. Keduanya sering bertemu dalam konsumsi konten melalui ponsel, tetapi pengumuman Google secara khusus membahas pembelian iklan video vertikal. Jadi, jangan langsung menganggap seluruh format video pendek di semua aplikasi tercakup.
Ini fitur DV360, bukan perubahan otomatis semua akun iklan
Pengumuman ini ditujukan pada ekosistem Display & Video 360. Artinya, pemilik bisnis yang menjalankan iklan melalui akun atau platform lain tidak bisa menyimpulkan bahwa pembelian iklan mereka langsung menjadi terpadu. Pelaku usaha yang menggunakan jasa agensi pun perlu menanyakan apakah kampanyenya benar-benar dikelola melalui DV360 dan apakah solusi ini tersedia untuk kebutuhannya.
Artikel pengumuman tersebut tidak merinci daftar lengkap penerbit, kanal yang didukung, persyaratan akses, maupun jadwal ketersediaan khusus Indonesia. Karena itu, tidak ada dasar untuk menyatakan bahwa seluruh platform sosial sudah terhubung atau bahwa semua pengiklan Indonesia bisa langsung mengaktifkannya. Pemeriksaan cakupan inventaris dan akses perlu dilakukan sebelum menyusun anggaran berdasarkan fitur ini.
Angka kenaikan jangkauan: menarik, tetapi bukan jaminan
Google melaporkan bahwa dalam pengujian awal, Hellmann’s dari Unilever bersama WPP Media memperoleh kenaikan jangkauan unik sebesar 24% dan penurunan biaya per pengguna unik sebesar 25%. Jangkauan unik berfokus pada jumlah orang berbeda yang dijangkau, bukan total berapa kali iklan ditampilkan.
Angka tersebut adalah hasil kasus uji yang disebut Google, bukan proyeksi otomatis untuk setiap merek. Pengumuman tidak menjelaskan secara rinci durasi pengujian, besaran anggaran, pasar, ataupun seluruh kondisi pembanding. Hasil kampanye Indonesia dapat berbeda karena audiens, materi kreatif, harga inventaris, serta tujuan bisnisnya berbeda.
Biaya per pengguna unik yang lebih rendah juga tidak sama dengan biaya mendapatkan pembeli yang lebih rendah. Kampanye bisa menjangkau lebih banyak orang tanpa menghasilkan kenaikan transaksi yang sebanding. Karena itu, angka jangkauan sebaiknya dibaca bersama indikator lanjutan, seperti kunjungan berkualitas, prospek, atau pembelian sesuai tujuan kampanye.
Langkah praktis untuk pemasaran video pendek
Bagi brand Indonesia, peluangnya bukan sekadar memindahkan anggaran ke alat baru. Penyatuan pembelian akan lebih berguna jika tim sudah mengetahui siapa yang ingin dijangkau, pesan yang hendak disampaikan, dan hasil yang ingin diukur. Berikut langkah yang masuk akal sebelum mencoba pendekatan ini.
- Periksa cara membeli iklan saat ini. Tanyakan kepada tim atau agensi apakah mereka memakai DV360, inventaris mana yang tersedia, dan bagaimana akses fitur baru tersebut berlaku untuk kampanye Anda.
- Tentukan satu tujuan utama. Jika sasarannya pengenalan merek, prioritaskan jangkauan unik dan frekuensi. Jika sasarannya penjualan, tetap pantau transaksi dan biaya per hasil bisnis, bukan hanya jumlah penonton.
- Siapkan materi yang nyaman di ponsel. Gunakan pesan pembuka yang jelas, teks yang mudah dibaca, serta penempatan produk yang tidak tertutup elemen antarmuka. Materi berbahasa Indonesia dan konteks lokal tetap perlu diuji.
- Mulai dengan pengujian terukur. Bandingkan pendekatan baru dengan pola pembelian sebelumnya pada kondisi yang sebisa mungkin sebanding. Catat anggaran, periode, audiens, dan materi agar perubahan hasil tidak salah diatribusikan.
- Minta penjelasan pengukuran. Pastikan tim memahami cara menghitung pengguna unik lintas kanal, batas data yang tersedia, dan cara mengevaluasi paparan berulang.
Efisiensi distribusi tidak menggantikan kreativitas
Vertical Video Unification menunjukkan arah pemasaran video yang semakin mengutamakan koordinasi pembelian dan pengukuran lintas kanal. Namun, satu alur kerja tidak otomatis menghasilkan pesan yang relevan. Bagi bisnis Indonesia, keputusan paling masuk akal adalah memeriksa akses, menguji manfaat dengan target yang jelas, lalu memperbesar anggaran hanya ketika hasil kampanye sendiri mendukungnya.
Referensi
Google: Introducing Vertical Video Unification with Display & Video 360. — Marta Martinez, 28 September 2026.
Foto sampul: Dominik Dancs / Unsplash. Ilustrasi.
Buka Akses Artikel Member
Artikel ini gratis untuk seluruh member terdaftar. Silakan masuk atau daftarkan akun baru secara gratis untuk membaca materi lengkap.
Artikel Premium Eksklusif
Materi ini dikhususkan bagi pembeli produk digital. Masuk ke akun Anda untuk memverifikasi lisensi akses.
Akses Premium Diperlukan
Beli salah satu produk digital kami untuk membuka akses penuh ke seluruh perpustakaan artikel premium.